Menteri Perdagangan memberikan jaminan bahwa harga pangan pokok di seluruh Indonesia dalam kondisi stabil menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H yang diperkirakan jatuh pada awal Maret mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi di kantor Kemendag, Jakarta.
"Kita sudah belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Stok beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya dipastikan mencukupi hingga dua minggu pasca-Lebaran. Tidak ada alasan untuk panik atau menimbun," tegas Mendag.
Data Stok dan Harga
Berdasarkan data real-time dari Sistem Pemantauan Harga Pangan Kemendag, per Senin (24/6) rata-rata harga beras medium di tingkat konsumen berada di Rp 12.850/kg, turun 2.3% dibandingkan bulan lalu. Gula pasir di Rp 16.200/kg (stabil), minyak goreng curah di Rp 14.500/liter (turun 1.5%), dan daging ayam ras di Rp 36.000/kg (stabil).
Stok beras pemerintah (CBP) tercatat sebesar 1,8 juta ton, ditambah stok Bulog 2,2 juta ton, dan stok pedagang diperkirakan 3,5 juta ton. Total stok nasional beras diperkirakan mencapai 7,5 juta ton, cukup untuk 5-6 bulan konsumsi nasional.
Langkah Preventif
Satgas Pangan telah dikerahkan untuk memantau distribusi dan mencegah adanya penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar. Langkah-langkah preventif yang diambil meliputi:
- Pengawasan intensif di 1.200 titik distribusi utama di seluruh Indonesia
- Operasi pasar di 200 titik strategis yang siap diaktifkan jika terjadi lonjakan harga lokal
- Koordinasi dengan kepolisian untuk penegakan hukum terhadap penimbun
- Pemantauan harga harian melalui aplikasi yang bisa diakses publik
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi bahan makanan secara year-on-year terkendali di angka 2,1%, jauh di bawah rata-rata historis menjelang Ramadhan yang biasanya mencapai 4-6%. Ini menunjukkan bahwa strategi stabilisasi pangan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang konkret.

