PayNusantara, startup fintech asal Bandung yang berfokus pada layanan pembayaran digital untuk UMKM, mengumumkan keberhasilan mereka meraih pendanaan Seri C sebesar $50 juta (sekitar Rp775 miliar). Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Sequoia Capital Southeast Asia dengan partisipasi dari SoftBank Vision Fund, GIC Singapore, dan beberapa investor lokal.

"Ini bukan sekadar tentang uang. Ini adalah validasi bahwa solusi yang kami bangun untuk UMKM Indonesia relevan juga untuk pasar regional lainnya," kata Reza Mahendra, CEO dan Co-Founder PayNusantara, dalam konferensi pers di kantor pusat mereka di Bandung Digital Valley.

Perjalanan dari Garasi ke Unicorn-Adjacent

PayNusantara didirikan pada tahun 2020 oleh tiga anak muda lulusan ITB — Reza Mahendra (CEO), Sarah Indira (CTO), dan Budi Prasetyo (CPO). Bermula dari sebuah garasi kos di daerah Dago, startup ini membangun aplikasi pembayaran QR code yang dirancang khusus untuk pedagang kaki lima dan warung kecil.

Dalam lima tahun, PayNusantara telah berkembang menjadi platform pembayaran yang melayani lebih dari 3,2 juta UMKM di seluruh Indonesia. Fitur unggulan mereka termasuk sistem pembayaran tanpa internet (offline payment), pinjaman mikro berbasis AI, dan manajemen stok otomatis yang terintegrasi dengan pembayaran.

Rencana Ekspansi 5 Negara

Dana segar $50 juta ini akan dialokasikan untuk ekspansi ke lima negara Asia Tenggara dalam kurun waktu 18 bulan: Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Masing-masing negara memiliki karakteristik pasar UMKM yang berbeda, dan PayNusantara mengklaim telah melakukan riset pasar selama 8 bulan sebelum mengambil keputusan ekspansi.

Sarah Indira, CTO PayNusantara, menambahkan bahwa tim engineering akan diperbesar dari 120 menjadi 350 orang dalam setahun ke depan, dengan rekrutmen besar-besaran di Bandung dan penempatan baru di Singapura.

Dampak bagi Ekosistem Teknologi Bandung

Keberhasilan PayNusantara memberikan dampak signifikan bagi ekosistem teknologi Bandung yang selama ini sering tertutupi oleh dominasi Jakarta. Walikota Bandung menyambut positif dan menyatakan akan memperluas insentif bagi startup teknologi di kota tersebut, termasuk penyediaan ruang kerja bersubsidi dan akses fiber optic yang lebih merata.